Senin, 10 April 2017

Pengembangan Media Pembelajaran PAI Berbasis WEB

Pengembangan Media Pembelajaran PAI Berbasis WEB
Makalah ini disusun guna menyelesaikaan tugas Matakuliah Media Pembelajaran PAI
Dosen  pengampu: Guntur Cahyono, M.Pd.
 







 

Di susun oleh:
Nanik Tasdiqoh : 23010-15-0291
                                    Kelas                 :  C               

FAKULTAS  TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTUTUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA

 2017

PENDAHULUAN

Media pembelajaran merupakan suatu bagian yang integral dari suatu proses pendidikan di sekolah. Secara harfiah media berarti perantara atau pengantar atau wahana/penyaluran pesan/informasi belajar. Pengertian secara harfiah ini menunjukkan bahwa media pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan wadah dari pesan yang disampaikan oleh sumber yaitu guru, kepada sasaran atau penerima pesan yakni siswa yang belajar pendidikan agama Islam. Sedangkan tujuan penggunaan media pembelajaran PAI tersebut adalah supaya proses pembelajaran PAI dapat berlangsung dengan baik. Pembelajaran disekolah pada saat ini sudah mulai disesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi, sehingga terjadi  perubahan dan pergeseran paradigma pendidikan. Perkembangan pesat dibidang teknologi informasi khususnya internet, mempercepat aliran ilmu pengetahuan yang menembus batas-batas dimensi ruang, birokrasi, kemapanan, dan waktu. Program-program di internet bukan hanya menampilkan data dan informasi yang dapat ditransmisikan dengan kecepatan tinggi, tetapi juga ilmu pengetahuan yang dapat diakses secara cepat oleh penggunanya.

            Kemajuan dan perkembangan teknologi sudah demikian menonjol, sehingga penggunaan alat-alat bantu mengajar seperti alat-alat audio,visual serta perlengkapan sekolah disesuaikan dengan perkembangan jaman tersebut. Dan juga harus disesuaikan dnegan tuntutan kurikulum sesuai dengan materi, metode, dan tingkat kemampuan belajar siswa agar dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan baik disekolah.
            Untuk itu,bagi para pengajar harus mulai berusaha membiasakan diri untuk menggunakan peralatan-peralatan seperti LCD, CD, VCD, video, computer dan internet dalam pembelajaran dikelas. Dengan program pembelajaran yang dikembangkan ini patut dipelajari pengajar harus mempelajarinya agar mempermudah proses pembelajaran dan pendidkikan, sehingga memudahkan pembelajaran untuk berjalan dengan baik dikelas. Berkaitan dengan itu penulis akan sedikit membahas tentang Pengembangan Pembelajaran PAI berbasis WEB.


PEMBAHASAN
A.      Pengembangan Pembelajaran Berbasis Web
Pembelajaran berbasis Web site (web-based learning) atau yang popular dengan istilah PBW merupakan bagian tak terpisahkan dari Web-based education.  Pembelajaran ini menunjuk pada proses kegiatan belajar yang sangat berbeda dengan model pembelajaran konvensional. PBW lebih mengandalkan Web site dan keseluruhan program aplikasinya sebagai modal utama kegiatan pembelajaran. Hal ini berarti, PBW menempatkan piranti teknologi menempati peran sama pentingnya dengan guru dalam kegiatan pembelajaran. Website yang merupakan akronim dari WWW (World Wide Web) atau lebih populer dengan istilah Web merupakan teknologi berbasis jaringan internet, baik berupa Local Area Network (LAN), Metropolitan Area Network (MAN), ataupun Wide Area Network(WAN). (Bambang Warsita, 2007: 36)
B.       Perangkat dan Aplikasi  untuk Pengembangan Pembelajaran PAI Berbasis Web
Untuk perangkat dan aplikasi pendukung pembelajaran PAI yang berbasis web ini, akan di sajikan dalam bentuk tabel seperti di bawah ini:
Examples of Web Tools (Majid Abdul,2004:28)
Type of Tools
Example(s)
Aplication
Blog
·      Stephen’s Web
(http://www.downes.ca/)
Memungkinkan individu melakukan posting secara reguler, berupa catatan harian pribadi atau analisis tentang situasi-situasi kekinian.
Wikis
·      Wikipedia
(htttp://en.wikipedia.org)
Sebuah publikasi bersama yang memungkinkan setiap orang berperan serta atau mengkreasi satu bentuk informasi tertentu.
Social Networking
·      Facebook
·      MySpace
(http://www.myspace.com/)
Kebermanfaatan secara sosial yang menghubungan setiap orang dengan kolega-koleganya atau pihak-pihak lain yang bekerja, belajar atau hidup disekitar orang tersebut.
Multimedia arcvhives
·      Podcast
·      Youtube
(http://www.youtube.com/)
·      Flickr
(http://www.flickr.com/)
·      iTunes
·      e-portpolis
Memungkinkan pengguna untuk mengakses, menyimpan, mengunduh, dan membagi rekaman-rekaman audio, photo-photo dan video-video.
Synchronous communication tools
·      Skype
·      Elluminate
·      Adob connect
Memungkinkan kapanpun waktu tertentu yang diinginkan untuk melakukan koneksi audio maupun visual melalui Web.
3-D virtual worlds
·      Second life
(http://seconlife.com/)
Memungkinkan kapanpun waktu tertentu yang diinginkan melakukan koneksi atau komunikasi secara acak dengan situs maya maupun orang tertentu/
Multiplayer games
·      Lord of the Ring Online
(http://www.lotro.com/)
Memungkinkan para pemain untuk bertanding melawan atau bekerja sama dengan yang lain atau pihak ketiga, yang bisa jadi adalah komputer, yang biasanya dilakukan dalam waktu nyata.
Mobile learning
·      Mobile phones
·      Ubiquitous computing devices and application
Memungkinkan para pengguna mengakses aneka bentuk informasi, seperti rekaman, teks, video, dan seterusnya di segala waktu dan tempat.
Open contents
·      MITOpenCourseWare
(http://ocw.mit.edu/)
Materi pembelajaran digital yang bebas diunduh melalui internet, seperti buku-buku elektronik (e-books) untuk digunakan baik oleh instruktur maupun pebelajar.

Arti penting Web dengan segala perangkat atau komponennya diatas menarik pendidikan untuk mengintegrasikannya kedalam sistem pembelajaran.. Mengintegrasikan Web dan perangkat-perangkatnya kedalam kegiatan pembelajaran dimaknai sebagai ”learning throught Web”, dan bukan ”learning about Web” atau”learning with Web”. Dengan menempatkan learning through Web berarti kegiatan pembelajaran dengan melibatkan teknologi Web sebagai komponen pendukung utama, dan hal ini hanya dapat dilakukan, ketika para pihak yang terlibat didalamnya, sudah memiliki kecakapan mengoperasionalkan aplikasi perangkat teknologi Web tersebut. Upaya-upaya serius pengintegrasian tersebut pada akhirnya melahirkan berbagai istilah yang belakangan sangat popular, sseperti e-learning, internet-based learning, virtual learning, web-distributed learning, web-capable learning, dan seterusnya. Keseluruhan istilah ini digunakan untuk menunjuk pada titik yang sama, yaitu kegiatan pembelajaran yang terintegrasi dengan perangkat-perangkat Web yang relevan. (Kusnandar, 2005:49)
C.  Prinsip-Prinsip Pembelajaran Berbasis Web
1.      Interaksi
Interaksi berarti kapasitas komunikasi dengan orang lain yamg tertarik pada topik yang sama atau menggunakan pembelajaran berbasis web yang sama. Dalam lingkungan belajar, interaksi berarti kapasitas berbicara baik antar peserta, maupun antara peserta dengan instruktur. Interaksi membedakan antara pembelajaran berbasis web dengan pembelajaran berbasis computer, hal ini berrati bahwa mereka yang terlibat dalam pembelajaran berbasis web tidak berkomunikasi dengan mesin, melainkan dengan orang lain yang kemungkinan tidak berada pada lokasi bahkan waktu yang sama.
2.       Ketergunaan
Ketergunaan yang dimaksud disini adalah bagaimana siswa mudah menggunakan web. Terdapat dua elemen penting dalam prinsip ketergunaan ini, yaitu konsistensi dan kesederhanaan. Intinya adalah bagaimana pengembang pembelajaran berbasis web ini menciptakan lingkungan belajar yang konsisten dan sederhana, sehingga siswa tidak mengalami kesulitan baik daam proses  pembelajaran maupun navigasi konten (materi dan aktififtas belajar lain).
3.      Relevansi
Relevansi diperoleh melalui ketepatan dan kemudahan. Setiap informasi dalam web hendaknya dibuat sangat spesifik untuk meningkatkan pemahaman pembelajar dan menghindari bias. Meningkatkan konten yang relevan dalam konteks yang tepat pada waktu yang tepat adalah bentuk seni tersendiri, dan sedikit pengembangan e-learning yang berhasil melakukan kombinasi ini. Hal ini melibatkan aspek keefektifan desain konten serta kedinamisan pencarian dan penempatan konten (materi). (Jaka Warsihna,2005:62)
D.    Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Berbasis Web
Sebagaimana media pembelajaran pada umumnya, pembelajaran berbasis web pun memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan.
1.        Kelebihan

a.       Memungkinkan setiap orang dimana pun, kapan pun untuk mempelajari apa pun.
b.      Pembelajar dapat belajar sesuai dengan karakteristik dan langkah dirinya sendiri karena pembelajaran berbasis web membuat pembelajaran menjadi bersifat individual.
c.        Kemampuan untuk membuat tautan (link), sehingga pembelajar dapat mengakses informasi dari berbagai sumber, baik didalam maupun diluar lingkungan belajar.
d.      Sangat potenisal sebagai sumber belajar bagi pembelajar yang tidak memiliki cukup waktu untuk belajar.
e.        Dapat mendorong pembelajar untuk lebih aktif dan mandiri didalam belajar.
f.        Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat digunakan untuk memperkaya materi pembelajaran.
g.      Isi dan materi pelajaran dapat di-update dengan mudah. (Kusnandar
2.      Kekurangan
a.       Keberhasilan pembelajaran berbasis web bergantung pada kemandirian dan motivasi pembelajar.
b.      Akses untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan web seringkali menjadi masalah bagi pembelajar.
c.       Pembelajar dapat cepat merasa bosan dan jenuh jika mereka tidak dapat mengakses informasi, dikarenakan tidak terdapatnya peralatan yang memadai dan bandwith yang cukup.
d.      Dibutuhkannya panduan bagi pembelajar untuk mencari informasi yang eleven, karena informasi yang terdapat didalam web sangat beragam.
e.        Dengan menggunakan pembelajaran berbasis web, pembelajar terkadang merasa terisolasi, terutama jika terdapat keterbatasan dalam fasilitas komunikasi.   (Syaad Pvatmanthara,2006:62)
Selain mempunyai kekurangan dan kelebihan, pembelajaran yang menerapan pembelajaran pendidikan Islam berbasis website tidak hanya memiliki peluang yang sangat besar di masa yang akan datang, tetapi juga banyak kendala dan tantangan yang akan dihadapi. Diantara tantangan yang mungkin dihadapi lembaga pendidikan dalam penerapan pembelajaran berbasis website adalah:
a)      Keterbatasan dana dalam pengadaan sarana sekolah untuk penerapan teknologi dalam proses pembelajaran. Perangkat yang dibutuhkan, seperti hardware, software dan instalasi jaringan internet membutuhkan biaya yang lumayan besar. Sebagian lembaga pendidikan mungkin tidak mampu membiayai semua kebutuhan ini.
b)      Keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan keterampilan dalam bidang teknik informatika komputer. Penerapan pembelajaran pendidikan Islam berbasis website membutuhkan operator yang bisa mengoperasikan komputer dan mengerti tentang jaringan internet.
c)      Adanya persepsi yang salah tentang penerapan teknologi dalam proses pembelajaran. Sebagian guru mata pelajaran beranggapan bahwa penggunaan teknologi justru akan menyita waktu mereka untuk menuntaskan target kurikulum yang harus mereka capai. Mereka tidak tahu bahwa materi yang mereka sampaikan akan semakin jelas, terarah dan komprehensif dengan bantuan teknologi.
d)     Adanya anggapan sebagian guru bahwa penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran menjadi beban tambahan. Guru dituntut untuk lebih kreatif dan melakukan persiapan pembelajaran yang lebih matang. Pandangan semacam ini tidak layak diterima karena hanya akan mengekang kretifitas dan menghambat perkembangan keterampilan guru dalam mengajar. Anggapan semacam ini akan hilang dengan sendirinya jika si guru membiasakan diri mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran yang dia lakukan. (Kusnandar, 2005: 63)

DAFTAR PUSTAKA
Bambang Warsita, Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh, Jurnal Teknologi Pendidikan,2007.
Jaka Warsihna, Dilema Pemanfaatan Teknologi Komunikasi dan Informasi (ICT) Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Jurnal Teknologi Pendidikan, 2005.
Kusnandar, Uwes A. Chaeruman dan Ika Kurniawati, Studi Pemanfaatan E-dukasi.Netdalam Jurnal Teknologi Pendidikan , 2005.
Majid   Abdul & Andayani Dian, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi.Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004.
Syaad Pvatmanthara, ”Pemanfaatan TIK untuk Pengembangan Web Sekolah”,  Jurnal Teknologi Pendidikan, 2006.