Pengembangan
Media Pembelajaran PAI Berbasis WEB
Makalah ini disusun guna menyelesaikaan tugas Matakuliah Media
Pembelajaran PAI
Dosen pengampu: Guntur Cahyono, M.Pd.
![]() |
Di
susun oleh:
Nanik
Tasdiqoh : 23010-15-0291
Kelas : C
FAKULTAS
TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTUTUT
AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA
2017
PENDAHULUAN
Media pembelajaran merupakan suatu bagian yang integral
dari suatu proses pendidikan di sekolah. Secara harfiah media berarti perantara
atau pengantar atau wahana/penyaluran pesan/informasi belajar. Pengertian
secara harfiah ini menunjukkan bahwa media pembelajaran Pendidikan Agama Islam
merupakan wadah dari pesan yang disampaikan oleh sumber yaitu guru, kepada
sasaran atau penerima pesan yakni siswa yang belajar pendidikan agama Islam.
Sedangkan tujuan penggunaan media pembelajaran PAI tersebut adalah supaya
proses pembelajaran PAI dapat berlangsung dengan baik. Pembelajaran
disekolah pada saat ini sudah mulai disesuaikan dengan perkembangan teknologi
informasi, sehingga terjadi perubahan dan pergeseran paradigma
pendidikan. Perkembangan pesat dibidang teknologi informasi khususnya internet,
mempercepat aliran ilmu pengetahuan yang menembus batas-batas dimensi ruang,
birokrasi, kemapanan, dan waktu. Program-program di internet bukan hanya
menampilkan data dan informasi yang dapat ditransmisikan dengan kecepatan
tinggi, tetapi juga ilmu pengetahuan yang dapat diakses secara cepat oleh
penggunanya.
Kemajuan dan perkembangan teknologi sudah demikian menonjol, sehingga
penggunaan alat-alat bantu mengajar seperti alat-alat audio,visual serta
perlengkapan sekolah disesuaikan dengan perkembangan jaman tersebut. Dan juga
harus disesuaikan dnegan tuntutan kurikulum sesuai dengan materi, metode, dan
tingkat kemampuan belajar siswa agar dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan
baik disekolah.
Untuk itu,bagi para pengajar harus mulai berusaha membiasakan diri untuk
menggunakan peralatan-peralatan seperti LCD, CD, VCD, video, computer dan
internet dalam pembelajaran dikelas. Dengan program pembelajaran yang
dikembangkan ini patut dipelajari pengajar harus mempelajarinya agar
mempermudah proses pembelajaran dan pendidkikan, sehingga memudahkan
pembelajaran untuk berjalan dengan baik dikelas. Berkaitan dengan itu penulis
akan sedikit membahas tentang Pengembangan Pembelajaran PAI berbasis WEB.
PEMBAHASAN
A.
Pengembangan Pembelajaran Berbasis Web
Pembelajaran berbasis Web site (web-based learning) atau yang
popular dengan istilah PBW merupakan bagian tak terpisahkan dari Web-based
education. Pembelajaran ini menunjuk pada proses kegiatan belajar yang
sangat berbeda dengan model pembelajaran konvensional. PBW lebih mengandalkan
Web site dan keseluruhan program aplikasinya sebagai modal utama kegiatan
pembelajaran. Hal ini berarti, PBW menempatkan piranti teknologi menempati
peran sama pentingnya dengan guru dalam kegiatan pembelajaran. Website yang
merupakan akronim dari WWW (World Wide Web) atau lebih populer dengan
istilah Web merupakan teknologi berbasis jaringan internet, baik
berupa Local Area Network (LAN), Metropolitan Area
Network (MAN), ataupun Wide Area Network(WAN). (Bambang Warsita, 2007:
36)
B.
Perangkat dan Aplikasi untuk Pengembangan Pembelajaran PAI
Berbasis Web
Untuk
perangkat dan aplikasi pendukung pembelajaran PAI yang berbasis web ini, akan
di sajikan dalam bentuk tabel seperti di bawah ini:
Examples of Web Tools (Majid Abdul,2004:28)
Type of Tools
|
Example(s)
|
Aplication
|
Blog
|
·
Stephen’s Web
(http://www.downes.ca/)
|
Memungkinkan individu melakukan
posting secara reguler, berupa catatan harian pribadi atau analisis tentang
situasi-situasi kekinian.
|
Wikis
|
·
Wikipedia
(htttp://en.wikipedia.org)
|
Sebuah publikasi bersama yang
memungkinkan setiap orang berperan serta atau mengkreasi satu bentuk
informasi tertentu.
|
Social Networking
|
·
Facebook
· MySpace
(http://www.myspace.com/)
|
Kebermanfaatan secara sosial yang
menghubungan setiap orang dengan kolega-koleganya atau pihak-pihak lain yang
bekerja, belajar atau hidup disekitar orang tersebut.
|
Multimedia arcvhives
|
·
Podcast
·
Youtube
(http://www.youtube.com/)
·
Flickr
(http://www.flickr.com/)
·
iTunes
·
e-portpolis
|
Memungkinkan pengguna untuk
mengakses, menyimpan, mengunduh, dan membagi rekaman-rekaman audio,
photo-photo dan video-video.
|
Synchronous communication tools
|
·
Skype
·
Elluminate
·
Adob connect
|
Memungkinkan kapanpun waktu
tertentu yang diinginkan untuk melakukan koneksi audio maupun visual melalui
Web.
|
3-D virtual worlds
|
·
Second life
(http://seconlife.com/)
|
Memungkinkan kapanpun waktu tertentu
yang diinginkan melakukan koneksi atau komunikasi secara acak dengan situs
maya maupun orang tertentu/
|
Multiplayer games
|
·
Lord of the Ring Online
(http://www.lotro.com/)
|
Memungkinkan para pemain untuk
bertanding melawan atau bekerja sama dengan yang lain atau pihak ketiga, yang
bisa jadi adalah komputer, yang biasanya dilakukan dalam waktu nyata.
|
Mobile learning
|
·
Mobile phones
·
Ubiquitous computing devices and application
|
Memungkinkan para pengguna
mengakses aneka bentuk informasi, seperti rekaman, teks, video, dan
seterusnya di segala waktu dan tempat.
|
Open contents
|
·
MITOpenCourseWare
(http://ocw.mit.edu/)
|
Materi pembelajaran digital yang
bebas diunduh melalui internet, seperti buku-buku
elektronik (e-books) untuk digunakan baik oleh instruktur maupun
pebelajar.
|
Arti
penting Web dengan segala perangkat atau komponennya diatas menarik pendidikan
untuk mengintegrasikannya kedalam sistem pembelajaran.. Mengintegrasikan Web
dan perangkat-perangkatnya kedalam kegiatan pembelajaran dimaknai
sebagai ”learning throught Web”, dan bukan ”learning about
Web” atau”learning with Web”. Dengan menempatkan learning through
Web berarti kegiatan pembelajaran dengan melibatkan teknologi Web sebagai
komponen pendukung utama, dan hal ini hanya dapat dilakukan, ketika para pihak
yang terlibat didalamnya, sudah memiliki kecakapan mengoperasionalkan aplikasi
perangkat teknologi Web tersebut. Upaya-upaya serius pengintegrasian tersebut
pada akhirnya melahirkan berbagai istilah yang belakangan sangat popular, sseperti e-learning,
internet-based learning, virtual learning, web-distributed learning, web-capable
learning, dan seterusnya. Keseluruhan istilah ini digunakan untuk
menunjuk pada titik yang sama, yaitu kegiatan pembelajaran yang terintegrasi
dengan perangkat-perangkat Web yang relevan. (Kusnandar, 2005:49)
C.
Prinsip-Prinsip Pembelajaran Berbasis Web
1.
Interaksi
Interaksi
berarti kapasitas komunikasi dengan orang lain yamg tertarik pada topik yang
sama atau menggunakan pembelajaran berbasis web yang sama. Dalam lingkungan
belajar, interaksi berarti kapasitas berbicara baik antar peserta, maupun
antara peserta dengan instruktur. Interaksi membedakan antara pembelajaran
berbasis web dengan pembelajaran berbasis computer, hal ini berrati bahwa
mereka yang terlibat dalam pembelajaran berbasis web tidak berkomunikasi dengan
mesin, melainkan dengan orang lain yang kemungkinan tidak berada pada lokasi
bahkan waktu yang sama.
2.
Ketergunaan
Ketergunaan yang dimaksud disini adalah bagaimana siswa mudah
menggunakan web. Terdapat dua elemen penting dalam prinsip ketergunaan ini,
yaitu konsistensi dan kesederhanaan. Intinya adalah bagaimana pengembang
pembelajaran berbasis web ini menciptakan lingkungan belajar yang konsisten dan
sederhana, sehingga siswa tidak mengalami kesulitan baik daam proses
pembelajaran maupun navigasi konten (materi dan aktififtas belajar lain).
3.
Relevansi
Relevansi diperoleh melalui ketepatan dan kemudahan. Setiap
informasi dalam web hendaknya dibuat sangat spesifik untuk meningkatkan
pemahaman pembelajar dan menghindari bias. Meningkatkan konten yang relevan
dalam konteks yang tepat pada waktu yang tepat adalah bentuk seni tersendiri,
dan sedikit pengembangan e-learning yang berhasil melakukan kombinasi ini. Hal
ini melibatkan aspek keefektifan desain konten serta kedinamisan pencarian dan
penempatan konten (materi). (Jaka Warsihna,2005:62)
D. Kelebihan
dan Kekurangan Pembelajaran Berbasis Web
Sebagaimana
media pembelajaran pada umumnya, pembelajaran berbasis web pun memiliki
berbagai kelebihan dan kekurangan.
1.
Kelebihan
a.
Memungkinkan
setiap orang dimana pun, kapan pun untuk mempelajari apa pun.
b.
Pembelajar
dapat belajar sesuai dengan karakteristik dan langkah dirinya sendiri karena
pembelajaran berbasis web membuat pembelajaran menjadi bersifat individual.
c.
Kemampuan
untuk membuat tautan (link), sehingga pembelajar dapat mengakses informasi dari
berbagai sumber, baik didalam maupun diluar lingkungan belajar.
d.
Sangat
potenisal sebagai sumber belajar bagi pembelajar yang tidak memiliki cukup
waktu untuk belajar.
e.
Dapat
mendorong pembelajar untuk lebih aktif dan mandiri didalam belajar.
f.
Menyediakan
sumber belajar tambahan yang dapat digunakan untuk memperkaya materi
pembelajaran.
g.
Isi
dan materi pelajaran dapat di-update dengan mudah. (Kusnandar
2.
Kekurangan
a.
Keberhasilan
pembelajaran berbasis web bergantung pada kemandirian dan motivasi pembelajar.
b.
Akses
untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan web seringkali menjadi masalah
bagi pembelajar.
c.
Pembelajar
dapat cepat merasa bosan dan jenuh jika mereka tidak dapat mengakses informasi,
dikarenakan tidak terdapatnya peralatan yang memadai dan bandwith yang cukup.
d.
Dibutuhkannya
panduan bagi pembelajar untuk mencari informasi yang eleven, karena informasi
yang terdapat didalam web sangat beragam.
e.
Dengan
menggunakan pembelajaran berbasis web, pembelajar terkadang merasa terisolasi,
terutama jika terdapat keterbatasan dalam fasilitas komunikasi. (Syaad Pvatmanthara,2006:62)
Selain mempunyai kekurangan dan kelebihan, pembelajaran yang
menerapan pembelajaran pendidikan Islam berbasis website tidak hanya memiliki
peluang yang sangat besar di masa yang akan datang, tetapi juga banyak kendala
dan tantangan yang akan dihadapi. Diantara tantangan yang mungkin dihadapi
lembaga pendidikan dalam penerapan pembelajaran berbasis website adalah:
a)
Keterbatasan
dana dalam pengadaan sarana sekolah untuk penerapan teknologi dalam proses
pembelajaran. Perangkat yang dibutuhkan, seperti hardware, software dan
instalasi jaringan internet membutuhkan biaya yang lumayan besar. Sebagian
lembaga pendidikan mungkin tidak mampu membiayai semua kebutuhan ini.
b)
Keterbatasan
sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan keterampilan dalam bidang teknik
informatika komputer. Penerapan pembelajaran pendidikan Islam berbasis website
membutuhkan operator yang bisa mengoperasikan komputer dan mengerti tentang
jaringan internet.
c)
Adanya
persepsi yang salah tentang penerapan teknologi dalam proses pembelajaran.
Sebagian guru mata pelajaran beranggapan bahwa penggunaan teknologi justru akan
menyita waktu mereka untuk menuntaskan target kurikulum yang harus mereka
capai. Mereka tidak tahu bahwa materi yang mereka sampaikan akan semakin jelas,
terarah dan komprehensif dengan bantuan teknologi.
d)
Adanya
anggapan sebagian guru bahwa penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran
menjadi beban tambahan. Guru dituntut untuk lebih kreatif dan melakukan
persiapan pembelajaran yang lebih matang. Pandangan semacam ini tidak layak
diterima karena hanya akan mengekang kretifitas dan menghambat perkembangan
keterampilan guru dalam mengajar. Anggapan semacam ini akan hilang dengan
sendirinya jika si guru membiasakan diri mengintegrasikan teknologi ke dalam
proses pembelajaran yang dia lakukan. (Kusnandar, 2005: 63)
DAFTAR PUSTAKA
Bambang Warsita, Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh, Jurnal Teknologi Pendidikan,2007.
Jaka Warsihna, Dilema Pemanfaatan Teknologi Komunikasi dan
Informasi (ICT) Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Jurnal Teknologi
Pendidikan, 2005.
Kusnandar, Uwes A. Chaeruman dan Ika Kurniawati, Studi
Pemanfaatan E-dukasi.Netdalam Jurnal Teknologi Pendidikan , 2005.
Majid Abdul & Andayani Dian, Pendidikan Agama Islam
Berbasis Kompetensi.Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004.
Syaad Pvatmanthara, ”Pemanfaatan TIK untuk Pengembangan Web
Sekolah”, Jurnal Teknologi Pendidikan, 2006.
